Kenapa Tidak Membersihkan Mobil Setelah Hujan Bisa Menyebabkan Kerusakan?
Pasti Anda sudah sering mendengar tips dan nasihat bahwa mobil harus segera dibersihkan setelah terpapar air hujan.
Tips tersebut sangat berguna untuk menjaga kondisi mobil agar tetap optimal. Baik dari tampilan luar hingga komponen dalam.
Tidak membersihkan mobil setelah terpapar air hujan bisa berisiko terhadap berbagai bagian mobil. Mengapa demikian? Berikut informasinya untuk Anda.
Dampak Tidak Membersihkan Mobil Setelah Hujan
Hujan memang terlihat hanya air, tetapi sebenarnya air hujan mengandung banyak zat. Seperti polusi, debu, asam, hingga mineral yang dapat menempel pada permukaan mobil.
Tidak hanya itu, air hujan juga bisa merusak komponen lain. Membersihkan mobil setelah hujan menjadi tindakan tepat agar mobil Anda tidak mengalami berbagai dampak berikut:
-
Munculnya Waterspot
Apabila Anda membiarkan mobil kotor setelah terpapar air hujan, maka kualitas cat body akan menurun. Terutama jika terpapar cuaca panas lagi.
Sisa air hujan yang mengandung asam dan mineral akan membentuk bercak-bercak atau waterspot dengan cepat.
Umumnya bercak-bercak tersebut muncul pada bagian kaca dan body. Masalahnya jika sudah begitu, bercak akan susah untuk hilang. Apalagi jika cat mobilnya warna putih. Ada potensi terjadi yellowing.
Untuk Anda ketahui, air hujan mengandung pH antara 3-5. Artinya air hujan tersebut bersifat asam. Saat air menguap, maka asam tersebut akan membentuk kerak, jamur, dan bahkan menyebabkan lapisan pernis rusak.
-
Muncul Kerak pada Area Kaki-Kaki Mobil
Dampak selanjutnya dari tidak segera membersihkan mobil adalah munculnya kerak dan kotoran yang membandel pada area kaki mobil. Air hujan itu cenderung kotor.
Belum lagi adanya cipratan lumpur dari jalanan yang dapat terjebak di kaki-kaki. Seperti rem mobil, arm, shaft, dan shockbreaker. Air yang kotor tersebut akan menyebabkan penurunan kondisi kaki-kaki lebih cepat.
Mulai dari timbulnya karat sampai korosi. Belum lagi adanya akumulasi kotoran dari air yang ada di shockbreaker.
Kondisi tersebut menyebabkan kerak kotoran pada shockbreaker. Ketika digunakan kembali, shockbreaker bisa bocor karena seal karet terpapar sisa kotoran ketika shockbreaker mengayun.
-
Kerusakan pada Sistem Kelistrikan
Paparan air hujan juga dapat menyebabkan kerusakan pada sistem kelistrikan. Mobil yang canggih sekalipun tetap mempunyai potensi konslet apabila Anda tidak segera membersihkan mobil dari air hujan.
Konslet tersebut dapat terjadi karena air hujan bisa mengenai kabel kelistrikan yang sudah getas atau terkelupas.
Untuk mobil yang sudah dimodifikasi pada lampu dan klakson, Anda harus memperhatikan sambungan kabel utamanya. Pastikan sambungan dalam kondisi aman dengan cara membungkusnya menggunakan isolasi tahan air dan panas.
-
Menurunnya Performa Sistem Pengereman
Genangan air bisa menyebabkan komponen rem mobil Anda menjadi berkarat atau licin.
Kondisi ini bisa menyebabkan berkurangnya efektivitas sistem pengereman. Untuk menghindarinya, pastikan Anda melakukan pengecekan sistem rem secara rutin.
-
Mika Lampu Menjadi Berembun
Menunda membersihkan mobil dari air hujan akan menyebabkan mika lampu mobil Anda berembun. Jika terdapat retak halus atau celah pada mika lampu, maka air bisa masuk ke dalam.
Anda perlu memeriksa seal di area sekitar mika lampu. Apabila sudah getas, maka sebaiknya Anda segera menggantinya. Kemudian apabila mika lampu mengalami keretakan, Anda harus segera ke bengkel.
Kandungan air hujan di setiap daerah memang berbeda-beda. Namun secara umum, di dalam air hujan terdapat zat asam, garam, karbon, mineral, dan zat padat seperti debu.
Kandungan tersebut menyebabkan kerusakan pada komponen kendaraan jika Anda tidak segera membersihkan mobil.
Maka dari itu, pastikan segera membersihkan mobil setelah kendaraan Anda terpapar air hujan. Dapatkan berbagai tips perawatan mobil lainnya hanya di http://suzukidealerkalimalang.id.