Etika Berkendara yang Aman: Aturan Tidak Tertulis Mencegah Kecelakaan
Seringkali ego pengendara sering muncul saat titik kemacetan, seperti tindakan agresif untuk memotong jalur, sampai enggan memberi jalan kepada pengendara lain.
Terkadang hal tersebut menjadi pemicu utama kemacetan berantai dan gesekan antar-pengendara.Oleh karena itu penerapan etika dalam berkendara berarti sama dengan bersedia menekan ego pribadi pengemudi demi kenyamanan bersama.
Kesadaran untuk memberi kesempatan kendaraan lain masuk ke jalur utama secara tertib akan menjaga arus lalu lintas tetap mengalir lancar.
3. Sikap Antisipatif dan Komunikasi Jelas Mencegah Kecelakaan
Bentuk nyata dari etika berkendara adalah bertindak secara antisipatif terhadap perilaku pengguna jalan lain lainnya.
Dengan memberikan ruang jalan yang mencukupi, serta menyalakan sinyal (lampu sein) yang jelas. Pengemudi secara aktif mengurangi probabilitas kecelakaan yang disebabkan oleh salah berkomunikasi di jalan raya.